(baca: ciekh jien tao) Indonesia: Berarti Cara menahan serangan) adalah
nama yang di berikan oleh artis bela diri Bruce Lee untuk konsep
beladirinya dengan langsung, gerakan klasik dan langsung non. Karena
cara gaya bekerja mereka percaya pada gerakan minimal dengan efek
maksimum dan kecepatan ekstrim. Sistem ini bekerja pada penggunaan yang
berbeda 'alat' untuk situasi yang berbeda. Situasi ini dipecah ke dalam
rentang (Menendang, Meninju, Menjebak dan Bergulat), dengan teknik
lancar mengalir antara mereka. Hal ini disebut sebagai "gaya tanpa
gaya".
Tidak seperti seni
bela diri yang lebih tradisional, Jeet Kune Do tidak tetap atau
bermotif, dan merupakan filsafat dengan pikiran membimbing. Itu bernama
untuk konsep intersepsi, atau menyerang lawan saat ia akan menyerang.
Namun, nama Jeet Kune Do sering dikatakan oleh Bruce Lee menjadi hanya
sebuah nama. Dia sendiri sering disebut sebagai "Seni mengungkapkan
tubuh manusia" dalam tulisan-tulisannya dan dalam wawancara. Melalui
studinya Bruce mulai percaya bahwa gaya telah menjadi terlalu kaku, dan
tidak realistis. Ia menyebut kompetisi seni bela diri dari hari
"berenang tanah kering". Dia percaya bahwa pertempuran adalah spontan,
dan bahwa seorang seniman bela diri tidak bisa memprediksi itu, hanya
bereaksi untuk itu, dan bahwa seorang seniman bela diri yang baik harus
"Jadilah seperti air" dan bergerak mulus tanpa ragu.
Tentang Jeet Kune Do
Jeet Kune Do (JKD) merupakan kreasi Bruce Lee dari perjalanaan panjangnya dalam dunia bela diri .Dia
tidak hanya belajar kung fu wingcun, tapi juga belajar tinju anggar,
karate, arnis, jujitsu, judo. Dari berbagai macam beladiri tersebut
kemudian dipadukan dan disederhanakan sehingga terbentuklah sebuah seni
beladiri yang praktis dan mudah di kuasai seseorang yang mau belajar
dengan tekun. JKD merupakan seni beladiri yang mengutamakan karakter dan
kemampuan diri sendiri, jadi setiap praktisi JKD diharapkan untuk
menjadi dirinya sendiri. Tiada misteri dalam jeet kune do karena
gerakanya sangat mudah dipahami sederhana ,langsung, dan tidak klasik.
Bruce
Lee menginginkan untuk menciptakan seni beladiri yang tak terbatas dan
bebas. Kemudian dalam perkembanganya, Jeet Kune Do di ciptakan bukan
hanya untuk menjadi petarung yang lebih baik, namun juga sebagai seni
untuk pengembangan diri. untuk menggambaran pandangannya itu, di th 1971
pada artikel majalah Black Belt, Lee mengatakan
“biarkan
itu dipahami untuk sekali ini dan seterusnya bahwa saya tidak menemukan
gaya yang baru, mencampur atau memodifikasi. Saya sama sekali tidak
menetapkan jeet kune do dalam bentuk aturan yang jelas oleh hukum yang
membedakan(mencirikan) bentuk ini atau metoda itu . sebaliknya, saya
berharap untuk membebaskan teman teman saya dari pembudakan gaya, pola
dan doktrin”.
—Bruce Lee
Jeet
Kune Do tidak hanya mendukung kombinasi dari berbagai aspek gaya yang
berbeda, tetapi juga telah mengubah banyak aspek yang diadopsi dan di
sesuaikan dengan kemampuan seorang praktisi. dan JKD mendukung para
praktisi untuk menterjemahkan berbagai teknik untuk dirinya sendiri, dan
mengubahnya untuk tujuan mereka sendiri. Sebagai contoh, lee hampir
selalu meletakan tangan yang kuat di depan dan yang lebih lemah di
belakang, dengan sikap kuda kuda seperti ini, ia menggunakan tehnik dari
tinju, anggar, dan Wing Cun. Seperti halnya anggar posisi sperti ini
disebut sebagai “posisi siap siaga”. Lee menggabungkan posisi ini dalam
JKDnya, seperti yang dia rasakan ini menjadikan mobilitas yang terbaik.
Lee merasakan bahwa tangan yang dominan atau terkuat haruslah di depan
karena akan bekerja lebih banyak. Lee meminimalkan penggunaan sikap yang
lain kecuali ketika keadaan menjamin aksinya. Walaupun posisi “siap
siaga” itu adalah posisi yang baik, ini bukan berarti hanya terpaku pada
satu bentuk itu saja. Lee mengakui bahwa pada saat yang lain posisi
yang lain harus digunakan.
Prinsip Jeet Kune Do
Dalam
Jeet Kune Do. Dia yakin bahwa pertarungan sebenarnya adalah yang
dibuktikan sendiri dan akan membawa kesukseskan bertarung jika memahami:
4 macam teknik bertarung
4 macam teknik bertarung (
The "4 Combat Ranges") yaitu:
- Tendangan
- Pukulan
- Menjerat (Trapping)
- Gulat (Grappling)
Prinsip "menahan"/mencegat
Lee
yakin bahwa ketika lawan melakukan serangan pada seseorang dia harus
bergerak kearah lawanya. Ini membuka sebuah peluang untuk menghadang
serangan atau gerakan itu. dan cegatlah serangan itu dengan tanpa banyak
kata dan sandi ( karena gerakan yang tak terduga tidak akan dipedulikan
atau diketahui lawan)
5 cara menyerang ("5 Ways of Attack")
adalah
kategori serangan yang membantu para praktisi Jeet kune do
mengorganisir tempo pertarunganya dan termasuk bagian serangan dari JKD,
yaitu
- serangan satu sudut (Single Angular Attack) (SAA) dan ini megarahkan pada satu lawan (Single Direct Attack)(SDA).
- menghentikan serangan dengan tangan, ini adalah pengembangan
penghentian serangan kaki dengan penggunaan teknik jeratan atau kuncian
untuk membatasi lawan memfungsikan anggota badanya.
- serangan progresif tidak langsung (Progressive Indirect Attack
(PIA).Menyerang satu bagian tubuh lawan di ikuti oleh serangan pada
bagian tubuh yang lain dengan maksud membuka pertahanan.
- serangan kombinasi(Attack By Combinations (ABC). Ini menggunakan
serangan beruntun dengan maksud menggunakan banyak serangan untuk
melemahkan lawan.
- serangan dengan pancingan (Attack By Drawing (ABD). Ini menciptakan sebuah peluang dengan posisi siap untuk menyerang balik.
Gerakan
praktisi
JKD disarankan untuk tidak memboroskan waktu atau gerakan. Ketika masuk
suatu pertarungan praktisi JKD yakin bahwa sesuatu yang paling
sederhana adalah yang terbaik.
- Mencegat pukulan dan tendangan
Maksudnya mencegat serangan lawan dengan sebuah serangan sebagai
ganti dari blokiran. Keahlian beladiri ini adalah yang tersulit
dipelajari. Srategi ini bisa juga merupakan karakteristik dari beberapa
seni bela diri lain.
- Elakan yang bersamaan dengan pukulan
Ketika menghadapi suatu pertarungan; serangan di elakan atau di
belokan dan serangan balasan dikirimkan bersamaan pada saat yang
bersamaan. Tidak sekedar menghentikan pukulan namun lebih efektif dari
pada blokiran dan serangan balasan yang dilancarkan kemudian. Ini juga
di pelajari dari beberapa seni bela diri cina.
Praktisi JKD yakin mereka hendaknya mengarahkan sasaran
tendanganya pada tulang kering lawan, lutut, paha dan bagian tengah.
Target tersebut adalah yang terdekat dengan kaki, lebih stabil dan lebih
sulit untuk di lindungi. Walaupun sepertinya semua prinsip JKD tidaklah
saklek , jika sasaran pada kesempatan tersebut terbuka; bahkan target
bagian atas pinggang seseorang dapat diambil pada situasi menguntungan
tanpa merasa terhambat oleh prinsip ini.
Tiga Bagian Penting Jeet Kune Do
Praktisi Jeet Kune Do yakin bahwa teknik harus berisi sifat sebagai berikut:
- Efesiensi - sebuah serangan yang mengena sasaran.
- Langsung - melakukan secara sungguh sungguh (senyatanya) sebagai cara belajar.
- Simpel – berpikir dengan cara sederhana tanpa banyak gaya,cas cis cus yang tidak perlu.
Be like water (Jadilah layaknya air)

Lee
yakin bahwa sitem beladiri harus sefleksibel mungkin. Dia sering
menggunakan air sebagai sebuah perumpamaan untuk menjelaskan mengapa
flesibilitas adalah sifat yang sangat dibutuhkan dalam seni beladiri.
Air memiliki fleksibilitas yang tak terbatas. Dia dapat terlihat
transparan namun disaat yang lain dapat menyembunyikan sesuatu dari
penglihatan. Dia dapat terpecah dan mengalir kesegala arah, bergabung di
sisi yang lain, atau dia dapat menyusup kesegala sesuatu, dia juga
dapat mengikis batu yang keras dengan tetesan lembut padanya atau dapat
mengalir melewati kerikil kerikil kecil. Lee yakin bahwa sistem seni
beladiri harus memiliki sifat tersebut.
Prinsip Berlatih
Untuk
melatih diri anda sendiri, anda harus berlatih dengan tekun. tidak ada
jalan lain. "anda harus menendang ataupun memukul dengan tenaga yang
terkonsentrasi" inilah yang sering dikatakan Bruce Lee. "Jika anda tidak
melatih diri dengan konsep yang hampir menyamai dengan keadaan
sebenarnya. anda mungkin tak dapat menguasai ilmu ini atau anda akan
membutuhkan waktu yang sangat lama sekali. Jadi jika anda harus
menendang , anda harus membayangkan apa yan anda tendang itu sebagai
lawan anda yang sebenarnya. Benar benar berkonsentrasi, layangkanlah
tendangan ataupun pukulan dengan 100 persen. Inilah satu satunya jalan
agar anda menjadi seorang ahli seni beladiri yang baik."
karenanya kemauan saja tidak lah cukup, kita harus melakukannya.